Pencegahan Diare

Diare termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Meskipun demikian, jangan remehkan diare karena dapat mengancam jiwa. Dua pembunuh terbesar anak-anak balita (bawah lima tahun) adalah diare dan radang paru-paru.
Penyakit diare dapat ditularkan melalui:
• Pemakaian botol susu yang tidak bersih
• Menggunakan sumber air yang tercemar
• Buang air besar disembarang tempat
• Pencemaran makanan oleh serangga (lalat, kecoa, dll) atau oleh tangan yang kotor.
Faktor kebersihan ternyata ikut andil dalam menyebabkan anak diare. Mulai dari kebersihan alat makan anak sampai kebersihan setelah buang air kecil/buang air besar. Semua yang dapat mengenai tangan anak atau langsung masuk ke dalam mulut anak harus diawasi.
Ada cara yang mudah untuk mencegah terkena diare yaitu mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan sederhana mencuci tangan dengan sabun, jika diterapkan secara luas, akan menyelamatkan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia, khususnya balita
Tak kalah penting adalah pemberian ASI minimal 6 bulan. Sebab, di dalam ASI terdapat antirotavirus yaitu imunoglobulin. Makanya, anak-anak yang minum ASI eksklusif jarang menderita diare. Selain ASI, imunisasi campak ternyata bisa mencegah diare,” tambah dr. Luszy Arijanty, Sp.A.
“Penyebab utama diare pada orang dewasa adalah bakteri yang mengkontaminasi makan dan minuman, sehingga mencegah diare pada orang dewasa adalah dengan memperhatikan kebersihan makanan dan minuman. Jadi pilihlah makanan yang tetap dalam keadaan baik,” saran dr. Ari Fahrial Syam, SP.PD, KGEH, MMB.
Suntikan Vaksin Rotavirus
Di Indonesia kematian anak mencapai 240.000 orang per tahun. Kematian anak karena diare 50.400 orang. Dari jumlah itu 10.088 anak di antaranya akibat rotavirus. Di Jakarta dan Surabaya sekitar 21-42 persen balita meninggal akibat diare dari rotavirus.
Rotavirus ditemukan pertama kali oleh Ruth Bishop (Australia) tahun 1973. Di Indonesia rotavirus ditemukan pada 1976. Rotavirus kemungkinan masuk ke tubuh manusia bukan hanya lewat oral tapi juga melalui saluran pernafasan.
Untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus, bisa diberikan vaksin rotavirus per-oral (melalui mulut). Sayangnya di Indonesia, vaksin rotavirus ini belum ada. Namun karena rotavirus generasi awal itu strainnya sama dengan yang di dunia, G1, G2, G3, dan G4, maka vaksin yang sudah ada di negara lain bisa digunakan.
Tahun 2005, strain rotavirus di Indonesia berubah menjadi G9. Jenis ini jarang meski sempat ditemukan di India. Saat ini Amerika, hampir di semua negara Eropa, Cina, India, Bangladesh dan Filipina, sudah menggunakan vaksin rotavirus. Bahkan di Filipina dan Amerika vaksinasi rotavirus termasuk diwajibkan.
Sementara itu di Indonesia, vaksinasi rotavirus belum ada. Rotavirus diberikan 2-3 kali pada bayi usia 6-8 minggu. Harganya memang masih mahal Rp 300 ribu-500 ribu satu kali vaksin. Jika digunakan massal, bisa lebih murah sebagaimana hepatitis B. Saat ini vaksin rotavirus buatan Merck dan GSK sudah masuk proses izin di BPOM.
Apabila disetujui Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), selanjutnya menyiapkan delapan rumah sakit (enam rumah sakit pendidikan, RSUD Kodya Yogyakarta dan RSUD Purworejo) untuk post marketing surveillens vaksin rotavirus. Vaksin diharap bisa mengurangi diare akibat rotavirus.
Article Source : http://www.medicastore.com


DIARE
Software Penghasil Uang Otomatis, tanpa buat website, uang mengalir ke Rekening dalam 24 jam bergaransi, tanpa harus beriklan tiap hari, klik di sini
Sript Pembuat Website Bisnis, Tutorial Berbagai Bisnis Online, Konsultasi Bisnis dalam 100 hari, Klik Di Sini
Tutorial Pembuatan Website dilengkapi software Pembuat website dan puluhan template website professional, Klik Di Sini
Cukup klik iklan tiap hari Andi di bayar pakai uang Rupiah, Pendaftaran 100 % Gratis, Klik Di Sini
Gratis Download ebook, Artikel, Bahan Presentasi, Soal CPNS, Test Toefl, Free Software dan lain-lain, Klik Di Sini

Ads by Mr. Windu

Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Namun dengan tatalaksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian dpt ditekan seminimal mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain baru yaitu Vibrio Cholera 0139 yang kemudian digantikan Vibrio cholera strain El Tor di tahun 1993 dan kemudian menghilang dalam tahun 1995-1996, kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemukan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare berdarah dan HUS ( Haemolytic Uremia Syndrome ). KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika selatan dan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua strain diatas belum pernah terdeksi.


Defenisi
Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. (3 kali atau lebih dalam 1 hari.
Faktor yang mempengaruhi diare :
1. Lingkungan Gizi Kependudukan
2. Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat
Penyebab terjadinya diare :
1. Peradangan usus oleh agen penyebab :
2. Bakteri, virus, parasit (jamur, cacing, protozoa)
3. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia
4. Kurang gizi
5. Alergi terhadap susu
6. Immuno defesiensi

Cara penularan :

Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.

Istilah diare :
Diare akut = kurang dari 2 minggu
Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :
Tatalaksana penderita diare di rumah
1. Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga (kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit)
2. Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah diare.
3. Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
• buang air besar makin sering dan banyak sekali
• muntah terus menerus
• rasa haus yang nyata
• tidak dapat minum atau makan
• demam tinggi
• ada darah dalam tinja


Kriteria KLB/Diare :
Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). - Peningkatan kejadian/kematian kasus diare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasa terjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). - CFR karena diare dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priode sebelumnya.

Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.
Masa pra KLB
Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah dengan melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itu melakukakukan langkah-langkh lainnya :
1. Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga dan logistik.
2. Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
3. Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
4. Memperbaiki kerja laboratorium
5. Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain


Tim Gerak Cepat (TGC) :
Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan dan penanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas atau data penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :
a. Pengamatan :
1. Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.
2. Pengambilan usap dubur terhadap orang yang dicurigai terutama anggota keluarga
3. Pengambilan contoh air sumur, sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.
4. Pelacakan kasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya
5. Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di lapangan.
6. Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga
7. Membuat laporan tentang kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap


b. Pembentukan Pusat Rehidrasi
Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
Tugas pusat rehidrasi :
1. Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.
2. Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa dsb.
3. Memberikan data penderita ke Petugas TGC
Mengatur logistik
4. Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
5. Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).
6. Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb.

Article Source : http://www.infeksi.com

Penyebab Diare dan Gejala Diare

Penyebab Diare
Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:
1. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
4. Pemanis buatan Berdasar metaanalisis di seluruh dunia, setiap anak minimal mengalami diare satu kali setiap tahun.
Dari setiap lima pasien anak yang datang karena diare, satu di antaranya akibat rotavirus. Kemudian, dari 60 anak yang dirawat di rumah sakit akibat diare satu di antaranya juga karena rotavirus.
Di Indonesia, sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar.
Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Selain karena rotavirus, diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi, alergi, tidak tahan terhadap laktosa, dan sebagainya. Bayi dan balita banyak yang memiliki intoleransi terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi.
Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Bayi tersebut tidak akan mengalami intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. Disamping itu, ASI terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum susu formula dengan botol dan dot.
Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. Selain itu, bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare.
Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.
Orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak diare. Bayi dan balita yang masih menyusui dengan ASI eksklusif umumnya jarang diare karena tidak terkontaminasi dari luar. Namun, susu formula dan makanan pendamping ASI dapat terkontaminasi bakteri dan virus.
Gejala Diare
Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:
• Muntah
• Badan lesu atau lemah
• Panas
• Tidak nafsu makan Darah dan lendir dalam kotoran
Rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare, muntah, tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan atau kelesuan
Selain itu, dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejal-gejala lain seperti flu misalnya agak demam, nyeri otot atau kejang, dan sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi.
Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium), sehingga bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak.
Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan). Dehidrasi berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok.
Article Source : http://www.medicastore.com

Menebar Dosa dengan Virus Komputer


Virus komputer dibuat oleh manusia dan disebarkan/diproduksi oleh mesin komputer. Bila aparat penegak hukum mampu untuk menangkap si pembuat virus dan membuktikan kejahatannya, maka pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 (mengakibatkan kerugian) dapat digunakan untuk menjerat si pembuat virus. Tentunya, Hakim dalam memutuskan perkara perlu mempertimbangkan tingkat gangguan/akibat yang timbul dari jenis virus yang disebarkan. Virus dapat diklasifikasikan yaitu :
a. Tidak berbahaya. Virus ini menyebabkan berkurangnya ruang disk untuk menyimpan data sebagai akibat dari perkembangbiakannya.
b. Agak berbahaya. Virus ini menyebabkan ruang disk penuh dan mengurangi fungsi lainnya seperti kecepatan proses.
c. Berbahaya. Virus ini dapat mengakibatkan kerusakan atau gangguan yang parah termasuk kerusakan data dan sistem elektronik yang diselenggarakan.
Meskipun seseorang bukan sebagai pembuat virus, tetapi dia dapat memanfaatkan virus komputer untuk merusak informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain. Jika memang ada unsur kesengajaan untuk melakukan kejahatan seperti pada motif ini, maka terhadap si pelaku dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, Pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Pada kasus lain, seseorang misalnya si A tanpa sengaja/tidak mengetahui misalnya isi flash disk yang dimilikinya mengandung virus (sudah dicek dengan program antivirus), lalu memakai flash disk itu di komputer milik si B dan atas seijin si B lalu terjadi pengrusakan data oleh virus maka si A tidak dapat dijerat dengan pasal 32 ayat 1, pasal 33 dan pasal 36 UU ITE.
Jadi, meskipun virus diproduksi oleh mesin komputer, tetapi ada orang di balik penyebaran virus komputer, bisa sebagai pembuat virus atau penyebar virus dengan sengaja untuk merugikan orang lain. Mesin komputer yang memproduksi virus komputer hanya sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembuatan dan/atau penyebaran virus, bukan pelaku kejahatan.

Sumber : www.duniatik.blogspot.com

TQM dalam Teknologi Informasi

Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja utnuk bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehingga mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen
dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality).

Terdapat hubungan yang erat antara kualitas produk (barang/jasa), kepuasan pelanggan dan profit perusahaan, semakin tinggi kualitas suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan dan dengan waktu yang bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dengan cost yang rendah. Oleh karena itu sistem perbaikan kualitas bertujuan untuk menaikkan laba perusahaan. Sistem TQM merupakan dasar dari manajemen didalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 series(1994) dan ISO 9001(2000) dan juga dasar penerapan sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001(1996). Suatu perusahaan/organisasi yang sedang menerapkan sistem TQM bila ingin mendapat sertifikasi untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau ISO 14001 akan lebih mudah dalam proses sertifikasinya dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkan sistem TQM, hal ini akan menjadi nilai tambah yang positif karena terjadi penghematan biaya dalam pengelolaan administrasi dan manajemennya.
Sudah sangat pasti bahwa Teknologi Informasi tidak dapat berjalan sendiri, haruslah digabungkan dengan aspek-aspek yang berkaitan. Adapun konsep dasar dari total quality :

1. Tujuan :
Perbaikan proses secara terus-menerus. Artinya kualitas selalu diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan.

2. prinsip :
Difokuskan pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.

3. Elemen :
Kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, Komunikasi, ganjaran dan pengakuan serta pengukuran.

Tiga prinsip mutu yaitu :

1. Fokus pada pelanggan
Mutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan
bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalau
organisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan
pelanggan eksternal (pembeli).

2. Perbaikan proses
Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri
(urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan
output seperti produk berupa barang dan jasa. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasi
yang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar pelanggan puas.

3. Keterlibatan total

Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dan
mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki. Karyawan pada semua tingkatan diberi ewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan, memperbaiki proses dan memuaskan pelanggan. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktu menjadi mitra melalui kerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yang dapat menguntungkan organisasi/perusahaan. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawan yang telah diberi kuasa tersebut.


Elemen pendukung dalam TQM

1. Kepemimpinan
Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Ketika memutuskan untuk menggunakan TQM sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan. Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan
paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yang dapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya. Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa TQM adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.

2. Pendidikan dan Pelatihan
Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. Pelatihan tambahan pada bench marking, statistik dan teknik lainnya juga dipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna.


3. Struktur Pendukung
Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu, membantu melalui "network" dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai
topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior.


4. Komunikasi
Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara
berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.

5. Ganjaran dan Pengakuan
Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin
diberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya.


6. Pengukuran
Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Jelaskan, pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akan tetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Di dalam menentukan penggunaan data, kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di
dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Prinsip dari sistem TQM adalah melibatkan semua elemen karyawan mulai dari " Top Management" sampai dengan pelaksana teknis " Button Up Management". Sistem TQM harus dimengerti, dipahami dan diterapkan dengan efisien dam efektif dalam semua aktifitas di lingkungan perusahaan untuk mencapai tujuan, sasaran dan target produktivitas sesuai dengan kebijakan top management, yang dapat membantu perusahaan mewujudkan hasil yang berpotensi dari teknologi informasi.
1. Beberapa prinsip dalam penerapan TQM adalah sebagai berikut :
Pertama adalah merupakan komitmen pucak (Top Management)
2. Pengertian dari "Total" yaitu terpadu yang berarti manajemen yang diterapkan melibatkan seluruh aparat di lingkungan perusahaan.
3. Merupakan factor penting, artinya apabila terjadi kekurangan atau
kesalahan baik secara sengaja atau tidak sengaja yang sangat berdampak pada menurunnya efisiensi dan efektivitas produksi, secara seruis hal ini harus di cermati dan ditangani secara tuntas serta segera dicari titik permasalahannya dan di lakukan tindakan perbaikan ( Continous Improvement) yang berkelanjutan, misalnya : meningkatkan kelompok diskusi tingkat supervisor untuk membahas dan menyelesaikan data-data statistik pada sore hari (statistical activities and
monitoring), pemecahan masalah yang di peroleh (problems solving), pendidikan dan
pelatihan teknis langsung kepada staf yang berkepentingan menangani permasalahan di lapangan (training and education).
4. Ditetapkan aturan-aturan kesepakatan yang dijadikan sebagai kebijakan tertulis dan merupakan alat atau "tool" dalam operasional sistem TQM.


Informasi dalam TQM


Saat ini permasalahan keuangan dan kompetisi global mengharuskan
perusahaan mengevaluasi kembali investasinya dalam teknologi informasi, perbaikan produktivitas yang tidak tercapai akibat dari penggunaan teknologi yang kurang tepat menyebabkan keuntungan yang berkurang (lost profit), konsumen yang tidak puas dan kecemasan posisi persaingan.
Contohnya sederhananya: Ketika kita pergi ke stasiun kereta api Surabaya Gubeng dan ingin reservasi tiket kereta api, maka harus antri di loket penjualan tiket yang sudah menggunakan komputer. Pada suatu saat sistem ini tidak dapat berfungsi karena kerusakan, sehingga tiket kereta api dijual tanpa menggunakan nomor tempat duduk, dapat dibayangkan apa yang terjadi diatas kereta api saat proses pemberangkatan, timbul kekacauan.
Disebabkan ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk. Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk kereta api ini tidak dapat diakses oleh penjual tiket, sehingga terjadi kekacauan yang tidak diharapkan.

Dilihat dari contoh diatas, adalam era informasi sekarang ini, kepemilikan informasi merupakan hal yang sangat penting dan berharga, namun jika digunakan dengan tidak bijaksana akan menimbulkan masalah. Suatu teknologi tidak dapat berjalan dengansendirinya dalam setiap permasalahan, seringkali seorang Staf IT mengevaluasi proyeknya hanya dari sisi teknologinya dan melalaikan lingkungan proses yang lain seperti pelayanan pada pelanggan, waktu proses dan cost dari seluruh sumber daya.
TQM dapat diterapkan dalam Teknologi Informasi di Indonesia apabila dipenuhi syarat-syarat berikut :
1. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus menerus melakukan perbaikan proses pada mutu produk dan layanan, sehingga dapat memuaskan konsumen.
2. Memberikan kepuasan kepada pemilik, supplier, karyawan dan para pemegang saham.
3. Memiliki wawasan dan pandangan jauh kedepan dalam meningkatkan profit dari penjualan produk atau layanan.
4. Fokus utama ditujukan pada proses, baru kemudian hasil.
5. Menciptakan kondisi di mana para karyawan dapat aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.
6. Menjadikan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan berperan secara aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter, sehingga di peroleh suasana kondusif untuk mengembangkan ide-ide baru.
7. Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.
8. Setiap ada keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/pendapat.
9. Setiap kegiatan harus selalu terencana, terukur dan terarah dengan jelas, sehingga pengawasan dapat lebih mudah
10. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu dan kinerja perusahaan.
Untuk itu penggunaan IT bagi perusahaan Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa penggunaan IT yang dapat diterapkan untuk Perusahaan di Indonesia.
1. Menggunakan IT untuk meningkatkan jumlah client / customer dengan memperbesar market melalui Internet. Cara yang paling mudah adalah membuat web site untuk perusahaan atau bisnis anda. Banyak tempat yang menyediakan homepage secara gratis. Selain itu program-program komputer untuk memudahkan membuat website sudah banyak tersedia. Demikian murahnya dan mudahnya membuat sebuah website sehingga tidak alasan sebuah perusahaan untuk tidak memiliki website. Memiliki website hampir dapat disamakan dengan memiliki telepon dan fax dalam bisnis, yaitu menjadi komponen yang sangat esensial.
2. Menggunakan IT untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Dengan menggunakan IT, perusahaan dapat lebih mudah dalam mencari informasi yang dapat membantu meningkatkan produknya.Salah satu contoh adalah menggunakan search engine untuk melihat paten yang sudah atau hampir habis masanya, atau menggunakan email untuk menghubungi pakar untuk tukar informasi atau konsultasi. Hal ini sangat bermanfaat bila konsultan tersebut secara fisik berlokasi jauh, sehingga mahal untuk mendatangkan atau mendatangi konsultan tersebut.
3. Menggunakan IT untuk meningkatkan kinerja perusahaan/organisasi. Sebagai contoh, LAN , intranet dapat dipasang di perusahaan / organisasi untuk mempercepat proses pertukaran informasi dalam bentuk email, file sharring,
internet telephony dan lainnya. Hal ini tidak terbatas pada perusahaan saja. Institusi pemerintah pun juga memerlukan IT.

Article Source : http://kucingkumeong.multiply.com

Beasiswa Tjipta Sarjana Eka Cipta Foundation

Program Tjipta Sarjana adalah beasiswa yang diberikan bagi mahasiswa baru strata 1 (S1) dalam negeri yang mempunyai prestasi akademis yang baik tetapi mempunyai keterbatasan finansial.

Ketentuan

  • Mahasiswa baru S1 dan telah lulus seleksi masuk universitas mitra program Tjipta Sarjana
  • Berprestasi di sekolah (SMA)
  • Berasal dari keluarga tidak mampu
  • Belum menerima beasiswa dari institusi lain
  • Mengisi formulir pendaftaran Program Tjipta Sarjana (yang bisa didapatkan di setiap mitra universitas
  • Melengkapi dokumen persyaratan sebagai berikut:
    1. Fotokopi Kartu pengenal (KTP/SIM)
    2. Fotokopi Kartu Pelajar / Kartu Mahasiswa
    3. Dua buah pas foto 4 x 6 berwarna yang terbaru (satu ditempelkan pada formulir)
    4. Fotokopi slip gaji dari orang tua yang bekerja (Ayah, ibu atau wali) atau surat keterangan tidak mampu dari Lurah atau Kepala Desa setempat bagi orang tua yang tidak bekerja secara formal
    5. Fotokopi rapor SMA kelas 1,2 dan 3 yang dilegalisir
    6. Fotokopi ijasah SMA dan hasil Ujian Akhir Nasional yang dilegalisir

Pertanyaan Seputar Tjipta Sarjana

Bagaimana cara mendaftar program Tjipta Sarjana?
Yang berminat harus mendaftarkan diri melalui sekretariat beasiswa atau bagian kemahasiswaan di masing-masing mitra unviversitas.

Apa yang diperoleh Peserta Program Tjipta Sarjana?

  • Kesempatan mendapatkan pendidikan strata 1 (S1) tanpa membayar biaya kuliah
  • Tunjangan buku atau praktikum sebesar Rp. 500.000 per tahun

Apakah Program Tjipta Sarjana mempunyai ikatan kerja?
Tidak.

Siapa saja yang bisa mendaftar?
Mahasiswa S1 semester pertama yang berprestasi, telah lulus ujian penerimaan di mitra universitas program Tjipta Sarjana dan terbukti mempunyai keterbatasan finansial.

Saat ini mahasiswa di universitas selain mitra universitas belum dapat mendaftar.

Berapa lama Program Tjipta Sarjana diberikan?
Program Tjipta Sarjana paling lama diberikan untuk 8 semester selama mahasiswa tetap mempertahankan IPK minimal 2.75 pada semester genap.

Mengapa peserta program diwajibkan menjadi anggota paguyuban?
Agar setiap peserta bantuan pendidikan di seluruh Indonesia bisa saling mengenal satu sama lain sehingga Program Tjipta Sarjana ini bisa berkelanjutan.

Mengapa Peserta Program Tjipta Sarjana diwajibkan untuk membayar iuran paguyuban?
Untuk menunjang keberlanjutan Program Tjipta Sarjana. Dengan dana iuran paguyuban, setiap peserta Program Tjipta Sarjana dapat memberikan kesempatan kuliah bagi adik kelas yang mempunyai keterbatasan finansial juga.

Tentang Eka Tjipta

Eka Tjipta Foundation (ETF) merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh keluarga Eka Tjipta Widjaja sebagai wadah pelaksanaaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan bagi seluruh unit usaha dibawah bendera Sinar Mas dalam rangka memberikan tanggapan terhadap persoalan pembangunan sosial kemasyarakatan.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Eka Tjipta Foundation
Plaza BII Tower 2, 33rd Floor
Jalan M.H. Thamrin 51
Jakarta Pusat, 10350
Indonesia
Phone: +62 (21) 3922325
Fax +62 (21) 3922326

atau kunjungi http://www.ekatjiptafoundation.org

MBA Scholarship in Italy


MIP Politecnico di Milano School of Management (MIP) offers to students of International full-time MBA (starting in May 2009) the possibility to be granted with scholarships and contributions.

The 14-month program consists of the MBA core subjects and electives in Finance, New Product & Venture Development, Service Management and Design & Luxury Management and is integrated with other activities such as Business Plan, Business Game and Project Work.

MBA Scholarships

MIP for Women
MIP created ad hoc scholarships for high-potential profile women applying to our MBA program.

The scholarship will cover up to 50% of the tuition fee. The deadline to submit your application is 30th September 2008.

MIP for Women project aims to:

  • Increase the presence of women in MIP masters, particularly in our MBA and EMBA, by assigning partial or full scholarships
  • Create ad hoc managerial courses for women in order to favour women’s managerial growth and their placement
  • Stimulate the networking and the exchange of professional experiences through the establishing of a “women community”

BCG Full Scholarship
The Boston Consulting Group offers a full scholarship to one participant of our next MBA class edition, starting in May 2009. In order to apply for this scholarship you need to submit your application together with MBA required documents to imba@mip.polimi.it.

The deadline to apply from 30th September 2008 to 30th october 2008.

Scholarships and Loans for Colombian Nationals
Colombian students accepted to MIP’s MBA program can now apply for a loan-scholarship from COLFUTURO, the leading Colombian agency that provides funding to top students who want to pursue graduate studies in the best universities world-wide.

In addition Colombian students will also soon profit from loans offered by ICETEX, the biggest public entity in Colombia to award loans to students studying abroad.

The deadline to apply is 30th May 2009.

For further information about scholarships, please click here icon mba itali.

Scholarships are merit-based and need-based. The criteria for handing out scholarships may change from year to year and is left up to the school’s discretion.
In order to apply for these, students must fill all of the application form including the financial aid section.

sumber : http://www.pusatinfobeasiswa.com

Scholarship Ford Foundation International Fellows Program Worldwide 2009 2010

The International Fellowships Program (IFP) provides opportunities for
advanced study to exceptional individuals who will use this education to
become leaders in their respective fields, furthering development in their
own countries and greater economic and social justice worldwide. To ensure
that Fellows are drawn from more diverse backgrounds than ever before, IFP
will actively recruit candidates from social groups and communities that
lack systematic access to higher education.

IFP is the largest single program ever supported by the Ford Foundation. By
investing $280 million over ten years through 2010, the Foundation intends
to build on its half century of support for higher education. Foundation
programs have long promoted the highest educational standards and
achievement. Ford fellowship recipients have become leaders in institutions
around the world and have helped build global knowledge in fields ranging
across the natural and social sciences as well as the humanities and arts.
IFP draws on this tradition and underscores the Foundation’s belief that
education enables people to improve their own lives as well as to assist
others in the common pursuit of more equitable and just societies.

*General Guidelines*

The International Fellowships Program provides support for up to three years
of formal graduate-level study. Fellows will be selected from countries in
Africa and the Middle East, Asia, Latin America, and Russia where the
Foundation maintains active overseas programs. U.S. nationals are not
eligible, although Fellows may study in the United States.

Fellows are chosen on the basis of their leadership potential and commitment
to community or national service as well as for academic excellence. Fellows
may enroll in master’s or doctoral programs and may pursue any academic
discipline or field of study that is consistent with the interests and goals
of the Ford Foundation. The Foundation currently works in fifteen fields to
strengthen democratic values, reduce poverty and injustice, promote
international cooperation, and advance human achievement.

Once selected, Fellows may enroll in universities in any part of the world,
including their country of residence. The program will provide placement
assistance to those Fellows not yet admitted to graduate school.

IFP support will enable Fellows to undertake language study and training in
research and computer skills prior to graduate school enrollment. New
Fellows will attend orientation sessions, and current Fellows may
participate in learning and discussion activities designed to create
information and exchange networks. Finally, the program provides resources
for Fellows to conduct research or projects in their home countries after
completing the fellowship period.

*Who Is Eligible?*

Applicants must be resident nationals or residents of an eligible IFP
country.

In addition, successful candidates will:

· Demonstrate superior achievement in their undergraduate studies and hold a
baccalaureate degree or its equivalent.

· Have substantial experience in community service or development-related
activities.

· Possess leadership potential evidenced by their employment and academic
experience.

· Propose to pursue a post-baccalaureate degree that will directly enhance
their leadership capacity in a practical, policy, academic, or artistic
discipline or field corresponding to one or more of the Foundation’s areas
of endeavor.

· Present a plan specifying how they will apply their studies to social
problems or issues in their own countries. Commit themselves to working on
these issues following the fellowship period. IFP selects Fellows on the
strength of their clearly-stated intention to serve their communities and
countries of origin, and expects that they will honor this obligation.

Website: http://www.fordfound.org/news/more/11272000ifp/index.cfm