Beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) 2010/2011

Pemerintah Belanda kembali menawarkan program beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) atau studi di Belanda kepada para mid-career professional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Program ini ditawarkan khusus untuk kandidat yang menetap dan bekerja di luar pulau Jawa.

Pendaftaran program pra-registrasi beasiswa StuNed ini kembali dibuka bagi para profesional muda masyarakat Indonesia yang telah bekerja full time di salah satu institusi yang menjadi partner Kedutaan Besar Belanda. Syaratnya, kandidat adalah adalah profesional yang sudah memiliki masa kerja minimum dua tahun di tempat kerja terakhir.

Kandidat idealnya memiliki komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kapasitas institusi dari instansi mitra, memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda, serta sanggup meningkatkan efektivitas dari program-program kerja yang sedang berjalan.

Peminat yang tertarik mendaftar program pra-registrasi ini harus melengkapi persyaratan institutional atau Prediction Toefl dengan skor minimal 475 atau IELTS dengan skor minimal 5.0. Pada tahap awal ini peminat belum diharuskan memiliki surat penerimaan dari salah satu universitas di Belanda.

Mengenai tahapan dan prosedur, formulir pendaftaran, serta daftar instansi yang menjadi mitra pemberi beasiswa ini dapat dilihat di www.nesoindonesia.or.id. Khusus pilih program studi yang sesuai di salah satu perguruan tinggi di Belanda nanti, kandidat bisa melihatnya di www.studyinholland.nl.

Pendaftaran program pra-registrasi beasiswa ini akan diseleksi dan kandidat yang lolos akan diikutsertakan pelatihan Bahasa Inggris intensif di Jakarta selama 4 bulan mulai bulan Januari 2011. Batas akhir pendaftaran program pra-registrasi StuNed tahun akademik 2010 ini hingga 15 Oktober 2010. sumber : Kompas.com

Beasiswa S2/S3 Dikti 2010/2011

Pendaftaran Beasiswa S-2 dan S-3 Luar Negeri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional (Dikti Kemdiknas) gelombang 5 alokasi tahun 2011 akan segera berakhir bulan ini. Masih ada kesempatan bagi yang tertarik mendaftarkan diri.

Program beasiswa S-2/S-3 Luar Negeri Dikti ini diperuntukkan bagi para dosen Tetap PTN, dosen DPK dan dosen tetap Yayasan (PTS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan diutamakan untuk program S-3 (PhD). Namun, khusus mereka yang ingin melamar ke perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS) melalui program kerjasama Dikti-AMINEF berupa program beasiswa Fulbright-Dikti, saat ini, pendaftaran lamaran beasiswa tersebut sudah ditutup.

Bagi yang berminat mendaftarkan beasiswa S-2/S-3 di luar wilayah AS, Dikti masih memberi kesempatan untuk mendaftarkan secara online melalui situs beasiswa.dikti.go.id. Melalui pendaftaran online ini, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi onlinenya.

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi informasi yang telah disampaikan secara online, pelamar harus mengirimkan berkas-berkas lamaran berupa Nomor Registrasi Online, Surat Rektor dan/atau Kopertis, Form A Dikti, Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi, Fotokopi ijazah S-1 bagi pelamar jenjang S-2 dan ijazah S-2 bagi pelamar jenjang S-3, serta kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai negara studi yang dituju dengan batas berlaku tidak lebih dari dua tahun terakhir.

Bagi yang tertarik melamar, seluruh berkas pendaftaran harus dimasukkan dalam amplop coklat dengan menuliskan nama, alamat, serta nomor registrasi online pengirim. Informasi lengkap mengenai beasiswa ini bisa dilihat di situs Kopertis.

Pengiriman aplikasi pendaftaran paling lambat diterima pada 30 September 2010 pukul 15.00 WIB, ke alamat: Direktorat Ketenagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Gedung D/Lantai 5 Jl Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta. Informasi bisa menghubungi Sdr. Septien dan Anis melalui email: bIndikti@gmail.com atau telepon ke (021) 57946053 atau 57946087. sumber : Kompas.com

Beasiswa S2 / Master ke Thailansd

Siam Cement Group (SCG) Foundation kembali menawarkan kesempatan beasiswa penuh bagi masyarakat negara-negara ASEAN yang ingin melanjutkan studi ke Thailand. Kandidat asal Indonesia juga direkomendasikan mengambil kesempatan mengambil ini, terutama bagi yang ingin meraih gelar master di bidang teknik indistri/energi di Asian Institute of Technology, Thailand.

Hanya, tawaran beasiswa SCG Foundation tahun ini ini diperuntukkan khusus bagi kandidat yang bekerja sebagai staf di lembaga-lembaga pemerintahan dan pelayanan masyarakat (pegawai negeri sipil/PNS) untuk melanjutkan studi dan meraih gelar bachelor, master atau doctoral di beberapa perguruan tinggi di Thailand. Khusus Indonesia, program yang ditawarkan hanya untuk mengambil gelar Master di bidang teknik industri/energi di Asian Institute of Technology, Thailand.

Adapun skema beasiswa yang ditawarkan meliputi biaya kuliah penuh, akomodasi, asrama mahasiswa, tunjangan bulanan, asuransi kesehatan, tiket pulang-pergi pesawat tahunan, kunjungan studi dan lain-lain berkenaan dengan biaya selama mengikuti studi. Bagi yang tertarik, batas aplikasi beasiswa SCG Foundation hanya sampai 15 Oktober 2010.

Informasi lengkap mengenai pendaftaran beasiswa ini bisa dilihat di situs SCG Foundation. Sementara informasi khusus untuk kandidat asal Indonesia bisa dilihat di www.scgfoundation.org, terutama tentang syarat membuat esai dengan tema “My Intention to contribute to society, if I am granted the scholarship”. sumber :Kompas.com

Beasiswa dan Pertukaran Pelajar 2010

Erasmus Mundus Grant for South East Asian (EMA2) atau jalinan kemitraan pendidikan perguruan tinggi Eropa dan Asia Tenggara merilis program beasiswa pertukaran pelajar ke Uni Eropa. Aplikasi online untuk program pertukaran ini dibuka sampai 30 September 2010.

Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesempatan mahasiswa Asia Tenggara dan staf untuk belajar ke universitas-universitas di Eropa dalam rangka belajar, meningkatkan serta memperkaya pengalaman mereka. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mendorong dan saling memperkaya pemahaman yang lebih baik antara Uni Eropa dan Asia Tenggara seperti China, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Indonesia, serta Thailand.

Program beasiswa pertukaran ini berupa kerja sama pembiayaan pendidikan dalam lingkup sarjana dan pascasarjana, serta doktoral dan staf administrasi. Khusus staf akademik, skema biaya yang ditawarkan dari kerjasama ini meliputi pertukaran untuk tujuan pengajaran, pelatihan praktis, serta penelitian. Harap diingat, beasiswa ini hanya akan diberikan kepada mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Bagi yang tertarik, aplikasi online untuk program ini dibuka hingga 30 September 2010. Pendaftaran onlinenya bisa melalui http://www.lotus.ugent.be.

sumber : Kompas.com

Penyebab Batita Susah Makan

Memilih makananbagi anak batita sering membuat pusing orangtua. Seringkali anak tak mau makan atau hanya memilih makanan kesukaannya. Kendati demikian, bukan berarti orangtua harus menuruti kemauan anak.

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Victor Tambunan, M.S. pada periode usia 1-3 tahun, anak memang tengah mengalami penurunan nafsu makan. "Jadi, wajar saja kalau anak enggak nafsu makan. Tergantung pintar-pintarnya orang tua membujuk anak supaya mau makan," katanya.

Apalagi, lanjut Victor, periode usia 1-3 tahun disebut juga sebagai usia food jag , yaitu anak cuma mau makan makanan yang ia sukai. Jadi, kalau orang tua juga "mendukung", ya, enggak heran bila akhirnya anak jadi food jag .

Itulah mengapa, Victor menganjurkan, "anak sebaiknya diperkenalkan juga dengan berbagai jenis makanan yang bervariasi." Anak usia 1-3 tahun, tambahnya, sudah boleh, kok, mengkonsumi makanan seperti yang dikonsumsi orang dewasa.

Cuma yang perlu dijaga, jangan berikan makanan terlalu merangsang semisal makanan pedas karena permukaan usus anak masih belum begitu kuat. "Makanan pedas akan merangsang pergerakan usus terlalu cepat sehingga bisa menyebabkan iritasi. Akibatnya, anak bisa mengalami diare," jelas Victor. P

Pentingnya mineral
Secara umum, terang Victor, angka kecukupan gizi anak usia 1-3 tahun berada dalam satu kelompok. Jadi, kebutuhan vitamin, mineral, dan karbohidrat anak usia 1-3 tahun itu sama. Yang perlu dipahami, anak usia 1-3 tahun tak lagi mengalami pertumbuhan tubuh yang cepat sebagaimana terjadi di usia bayi. "Pertumbuhan berat dan tinggi badan anak usia 1-3 tahun akan lebih pelan. Setahun kira-kira hanya bertambah 2 kilo," kata Victor.

Karena di usia 1-3 tahun, yang berkembang lebih ke arah fungsi emosi dan kecerdasan. Oleh karena itu, selain vitamin dan karbohidrat, di usia ini anak memerlukan beberapa mineral tertentu seperti zat besi, kalsium, dan juga zinc (seng). Zat besi penting untuk darah dan perkembangan kognitif. "Penelitian membuktikan, anak yang menderita defisiensi zat besi akan mengalami gangguan psikomotor, termasuk gangguan kecerdasan," jelas Victor.

Sedangkan kalsium bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan seng untuk pembentukan enzim seperti enzim pertumbuhan, pencernaan atau metabolisme. Zat besi terdapat terutama pada bahan makanan hewani seperti daging dan hati.

Bila anak tak begitu suka makan daging atau hati, bisa diganti dengan makanan lain yang memiliki gizi sama seperti telur. Bisa juga diganti dengan makanan yang berasal dari nabati seperti tempe dan tahu. "Tapi memang kandungan gizinya tak selengkap daging atau hati yang berasal dari hewani," kata Victor.

Sementara sayuran seperti bayam juga mengandung zat besi tapi bukan yang baik. Karena pada bayam terdapat oksalat yang akan mengganggu penyerapan zat besi. Seng juga terdapat pada bahan makanan hewani seperti daging dan ikan, sementara kalsium bisa diperoleh dari susu.

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai anak kelebihan mineral karena bisa berdampak buruk. Kelebihan seng, misalnya, bisa menimbulkan gangguan pada organ-organ tertentu seperti hati. "Kasus ini pernah dilaporkan di daerah yang kadar sengnya tinggi. Di sana setiap hari orang minum air yang berkadar seng tinggi. Lama-lama tentunya akan terjadi akumulasi," tutur Victor.

sumber : Kompas.com

Rumus Menghitung Kebutuhan Cairan Tubuh

Kebutuhan cairan sehari-hari pada setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi tubuh, usia, jenis kelamin, suhu lingkungan, jenis makanan yang dikonsumsi, maupun jenis aktivitasnya.

Sebagai contoh, orang yang banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahragawan akan berbeda kebutuhannya akan cairan dibandingkan dengan orang kantoran yang lebih banyak duduk. Kelompok usia lanjut yang tidak aktif memiliki kebutuhan cairan lebih sedikit dibandingkan orang dewasa yang masih sangat aktif secara fisik.Orang yang mengalami gangguan ginjal sangat dibatasi asupan cairannya dibanding mereka yang ginjalnya sehat.

Karena itulah setiap orang hendaknya memahami kebutuhan tubuhnya masing-masing, sesuai dengan kondisinya. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter ahli gizi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum (general check up).

Secara umum, dalam kondisi noraml, kebutuhan tubuh akan cairan sehari-hari dapat dihitung dengan rumus:

Rumus 1
Kebutuhan cairan adalah sekitar 1 mililiter untuk setiap kilokalori kebutuhan energi tubuh. Jika seseorang kebutuhan energinya 1.800 kkal, berarti kebutuhannya akan cairan adalah 1 x 1.800 = 1.800 mililiter atau 1,8 liter air.

Rumus 2
Untuk 10 kg pertama berat badan butuh 1 liter cairan, 10 kg kedua berat badan butuh 500 mililiter cairan, dan sisanya setiap kilogram berat badan butuh 20 mililiter cairan.

Contohnya, bila seseorang memiliki berat badan 50 kg. Maka 10 kg pertama berat badan = 1 liter, 10 kg kedua - 500 ml, sisanya 30 (50 kg-10-10) x 20 ml = 600 ml.
Jadi kebutuhan cairan keseluruhan adalah 1.000 + 500 + 600 = 2.100 ml atau 2,1 liter per hari.

Dari mana kita dapat memenuhi kebutuhan cairan? Pada intinya dari dua sumber, yaitu makanan (sayur, buah, dan sebagainya) dan minuman. Umumnya cairan yang diperoleh dari makanan berjumlah sekitar 20 persen, sedangkan 80 persen lainnya berasal dari minuman. (GHS/wid) sumber : Kompas.com

Penyebab Nafsu Makan terus Meningkat

Ternyata ada kebiasaan salah yang membuat kita selalu “mengundang” rasa lapar tanpa kita sadari. Segera tanggulangi agar program perampingan kita semakin lancar.

1. Tidak cukup waktu untuk sarapan. Alhasil, kita jadi memilih donat atau makanan berlemak lainnya sebagai penganjal perut.

2. Hari sudah menjelang sore, tapi pekerjaan masih menumpuk. Akhirnya, kita membutuhkan energi lebih banyak yang salah satunya terpenuhi dengan makan.

3. Kesibukan yang membuat kita menunda makan malam. Misalnya janji makan malam dengan klien pukul 8 malam, padahal kita terbiasa makan malam pukul 7 malam.

4. Terlanjur memesan makanan di restoran tapi pelayanannya sangat lama. Dan perut yangn berbunyi riuh puh menjadi signal nafsu makan yang melonjak drastis. Maka jangan heran jika kita makan dengan kalap.

5. Lembur. Bekerja hingga larut malam ternyata membuat tubuh kita menuntut energi yang lebih banyak dari biasanya. (PreventionIndonesiaonline/Lily Turangan/Siagian Priska)
sumber : kompas.com

Yang Betul, Habis Makan Jangan Langsung Sikat Gigi

Semua orang tentu ingin memiliki napas yang berbau segar. Begitu pentingnya bau mulut yang segar itu sehingga tak sedikit orang yang tak tahan untuk segera menyikat gigi segera setelah makan. Padahal, idealnya menyikat gigi sehabis makan dilakukan 20 menit kemudian.

Menurut penjelasan Prof drg Melanie Djamil, pakar kesehatan gigi dan mulut dari Universitas Trisakti Jakarta, tingkat keasaman saliva (ludah) akan menurun saat kita makan. "Ketika makan, pH akan turun dari yang normalnya 6,8 menjadi 4. Namun, secara perlahan-lahan, pH-nya akan naik kembali dalam waktu sekitar 20 menit," paparnya.

Itu sebabnya, jika kita terburu-buru menyikat gigi setelah makan, maka struktur saliva akan rusak. Padahal, saliva ini memiliki fungsi sebagai penyeimbang dan membantu proses pencernaan. Untuk menetralkan kadar keasaman mulut, drg Melanie menyarankan agar kita berkumur dengan air putih setelah makan. Berkumur dengan air putih setelah makan, khususnya makanan manis dan asam, juga disarankan untuk mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut.

Sebenarnya penyebab napas berbau pada makanan adalah makanan yang menghasilkan uap minyak dengan bau khas yang kuat, misalnya bawang merah dan bawang putih. Ada juga sayuran dan rempah yang bisa menyebabkan napas berbau busuk. Setelah makanan tersebut dicerna, uap makanan itu diserap dan ikut dengan peredaran darah dan dibawa ke paru-paru. Di sini gas itu ikut diembuskan bersama napas.

sumber : kompas.com